Kuliah Pakar Keperawatan Bencana
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan menghadapi situasi krisis, Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta menyelenggarakan Kuliah Pakar Keperawatan Bencana dengan tema “Global Health Security & The Future of Disaster Nursing: Lessons from International Frontlines for Indonesian Resilience.” Kegiatan ini menjadi forum ilmiah strategis dalam membahas masa depan keperawatan bencana dan ketahanan sistem kesehatan Indonesia di tengah dinamika ancaman global.

Suasana Kuliah Pakar Keperawatan Bencana di Auditorium UMPKU.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juni 2025 ini bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta dan diikuti oleh 455 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D4 Keperawatan Anestesiologi. Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan dalam menyimak materi dan partisipasi aktif dalam sesi diskusi.
Penguatan global health security, kesiapsiagaan tenaga keperawatan, serta integrasi pengetahuan global sangat krusial dalam membangun ketahanan nasional menghadapi bencana.
— Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D
Penguatan Global Health Security & Kesiapsiagaan Krisis
Hadir sebagai narasumber, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D, selaku Head of Basic and Emergency Nursing Department Universitas Gadjah Mada, membagikan pengalaman dan pembelajaran dari berbagai praktik internasional di garis depan penanganan bencana. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan global health security, kesiapsiagaan tenaga keperawatan, serta integrasi pengetahuan global dalam membangun ketahanan nasional menghadapi bencana.

Pemaparan materi oleh narasumber ahli.
Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan dan peluang dalam praktik keperawatan bencana di era global, sekaligus meningkatkan kesiapan profesional dalam menghadapi kondisi darurat dan krisis kesehatan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak perawat yang tangguh, responsif, dan berdaya saing global demi mendukung ketahanan kesehatan Indonesia.